Laman

Rabu, 13 Januari 2021

RAGAM SIKAP TERPUJI

 Semangat Berlomba dalam Kebaikan

Semangat berlomba dalam kebaikan disebut juga fastabiq al-khairāt. Allah

memberikan perintah kepada hamba-Nya untuk berlomba dalam berbuat kebajikan.

Perintah tersebut ditujukan untuk hamba-Nya baik laki-laki maupun perempuan.

Contok perilaku fastabiq al-khairāt ialah mengikuti kompetisi mata pelajaran Bahasa

Indonesia, memberikan minuman kepada orang yang sedang kehausan dan lain

sebagainya. Allah Swt. berfirman Yang Artinya : 

“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya.

Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. di mana saja kamu berada

pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya

Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. al-Baqarah [2]: 148)

Ciri-ciri Fastabikul Khairot

a. Memiliki niat yang ikhlas. Manusia mengerjakan suatu hal pasti dibarengi

dengan niat. Apabila niat pekerjaannya baik, maka ia akan mendapatkan apa

yang diniatkannya. Begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, kita seyogyanya

menata niat ketika hendak berlomba-lomba dalam kebaikan. Contohnya adalah

berkompetisi pidato dengan niat dipandang istimewa oleh orang lain. Jika

memenangkan kompetisi terebut, ia hanya mendapatkan citra istimewa di mata

orang lain. Lain halnya berkompetisi pidato dengan niat menyebarkan ajaran

dengan lawan bicara yang bermacam-macam. Kalah atau pun menang tidak

menjadi prioritas baginya. Sesuatu yang dipikirkannya hanyalah

mengembangkan potensi berdakwah dan mengetahui objek dakwahnya.

b. Antusias pada kebaikan. Seorang yang dengan terbiasa dan senang hati

melakukan kebaikan akan terus menyebarkan kebaikan. Bahkan tanpa adanya

perintah pun, ia tetap menyebarkan kebaikan.

c. Tidak merasa cepat puas. Merasa cepat puas merupakan perasaan yang harus

dihindari. Perasaan ini menjadikan semangat dalam berbuat baik menurun.

Merasa cepat puas akan menyebabkan seseorang mengunggulkan masa lalunya

dan tidak mencoba mendapatkan hasil lebih baik lagi. Merasa cepat puas

berbeda dengan bersyukur. Bersyukur berarti berterima kasih atas hasil yang

telah didapatkan dan tetap berusaha lebih giat untuk mendapatkan hasil yang

lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar